Thursday, 1 Oct 2020

Kyogashi, Si Manis dari Kyoto

Makanan di Jepang tidak hanya mempertimbangkan rasa dari makanan. Tetapi juga menyajikan makanan tersebut dengan penampilan yang menarik dan artistik. Hal itu juga berlaku dalam pembuatan Kyogashi. Bayangkan bagaimana menikmati makanan yang kaya akan rasa ditambah dengan penampilannya yang artistik.

Apa itu Kyogashi?

Kyogashi adalah makanan manis tradisional khas Kyoto. Biasanya kyogashi disajikan saat upacara minum teh di Jepang. Teh yang disajikan di Jepang umumnya berasa pahit, karena tidak menggunakan gula atau pemanis lainnya. Oleh karena itu, kyogashi adalah makanan yang cocok untuk mengurangi rasa pahit itu.

Bentuk dari kyogashi bermacam-macam, bergantung dengan musim. Namun biasanya, kyogashi dibuat berdasarkan musim yang akan datang beberapa minggu berikutnya. Misalnya, hari ini pada tanggal 18 Maret di mana bunga sakura belum bermekaran. Tetapi, kyogashi yang dibuat berbentuk bunga sakura yang sudah mekar.

Jadi saat kita mengikuti upacara minum teh yang disajikan dengan kyogashi. Penampilan kyogashi akan menarik perhatian setiap orang dan menjadi topik yang tepat untuk memulai percakapan tentang musim yang akan segera datang.

Kyogashi berbentuk bunga sakura yang sedang mekar

Contoh lainnya, saat sakura sudah mekar, kyogashi akan berbentuk daun bunga sakura, karena beberapa minggu berikutnya kelopak bunga sakura akan berguguran. Saat musim gugur, bentuk kyogashi bisa berupa daun maple yang berubah warna menjadi kuning kemerahan. Perubahan-perubahan yang terjadi pada tumbuhan sering menjadi inspirasi untuk bentuk kyogashi.

Membuat kyogashi-mu sendiri?

Penulis berkesempatan mencoba belajar untuk membuat sendiri kyogashi. Tentunya belajar langsung dari ahlinya, Mr. Takahiro Yamamoto, yang merupakan generasi ke-11 pemilik toko panganan Fushimi Surugaya yang berlokasi di Fushimi.

Berlatih bersama membuat kyogashi

Ada dua macam kyogashi yang penulis buat, yang pertama bernama Nerikiri dan berbentuk bunga sakura. Sebagian besar bahan dari Nerikiri adalah kacang putih (white bean) dan dengan tambahan tepung.

Bunga sakura (sumber: Hairi) dan nanohana (sumber: eyiriry.blogspot.com)

Untuk yang kedua adalah Kinton, yang berbentuk bunga nanohana. Bahan dasar utamanya adalah ubi liar dengan tambahan kacang putih. Kedua bunga tersebut sama-sama penanda berakhirnya musim dingin dan datangnya musim semi lho.

Mr. Yamamoto mempraktikkan pembuatan Kinton

Pengalaman yang seru bisa melihat dan mempraktikkan langsung proses pembuatan kyogashi. Untuk bisa menjadi mahir seperti Mr. Yamamoto tentunya butuh waktu bertahun-tahun. Namun jangan khawatir, Mr. Yamamoto sangat piawai dan telaten mengajarkan proses pembuatannya.

Asal Mula Agar-agar (kanten)

Selain mengajarkan cara pembuatan kyogashi, Mr. Yamamoto juga pendongeng yang lihai lho. Beliau bercerita tentang kanten atau agar-agar ternyata berasal dari Fushimi dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru Jepang. Agar-agar adalah bahan utama pembuatan panganan Yokan. Yokan adalah makanan penutup yang berbahan terbuat dari pasta kacang merah, agar-agar, dan gula.

Yokan (sumber: jma.or.jp)

Ternyata selain terkenal sebagai distrik sake, masih banyak hal menarik lain tentang Fushimi, salah satunya adalah makanan manis. Jangan lewatkan Fushimi dari daftar tempat yang ingin anda kunjungi saat liburan di Kyoto.

Akses ke lokasi pembuatan kyogashi

Dari pusat kota Kyoto, anda bisa naik kereta Keihan dari pusat kota Kyoto dan turun di stasiun Chushojima. Selanjutnya, berjalan ke arah utara sejauh sekitar 500 meter (Klik di sini). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA