Friday, 14 Aug 2020

Merasakan Serunya Membuat Mochi di Pesta Mochi Kyoto

Diantara banyaknya makanan Jepang yang begitu menggugah selera, mochi adalah satu yang paling terkenal di dunia. Mochi adalah makanan olahan yang begitu kenyal, terbuat dari salah satu varian beras ketan khas Jepang yang dinamakan mochigome. Di Jepang, mochi paling banyak dikonsumsi saat tahun baru, dimana menjadi santapan wajib bagi orang Jepang saat merayakan pergantian tahun.

Pembuatan Mochi

Pada awalnya, mochi dibuat dengan menggunakan beras merah, yang saat itu mochi hanya bisa secara khusus dinikmati oleh Kaisar dan keluarga terpandang di Jepang, lalu saat periode Heian (794 – 1192 M), mochi digunakan sebagai makanan sesajen ritual agama Shinto, yang dipercaya sebagai pembawa keberuntungan dan jimat untuk pernikahan.

Gambaran usu dan kine (dokumentasi penulis)

Pembuatannya pada awalnya begitu tradisional, dengan merendam beras ketan semalaman lalu dikukus. Setelah itu, beras ketan panas tersebut diletakan di sebuah wadah batu setengah lingkaran yang disebut usu dan ditumbuk secara terus menerus dengan palu kayu atau kine. Proses ini dilakukan secara berirama antara 2 orang sehingga bisa menghasilkan mochi yang kenyal lagi enak. Saat ini, pembuatan mochi pada umumnya jauh lebih modern dengan menggunakan mesin penumbuk dan pembentuk.

Pesta Mochi di Hikari Mochi, Kyoto

Tahun ini, Hikari Mochi bekerja sama dengan pemerintah Fushimi Ward, Kyoto kembali mengadakan pesta mochi (mochitsuki) untuk kali kedua, sebagai kelanjutan dari pesta mochi di tahun sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tradisi membuat mochi kepada generasi selanjutnya agar budaya membuat dan memakan mochi tetap terjaga. Selain itu, kegiatan ini juga digunakan untuk ajang silaturahmi and interaksi antara penduduk Jepang satu dan lainnya.

Hikari Mochi (dokumentasi penulis)

Hikari Mochi sendiri adalah salah satu penjual mochi terbesar di Jepang yang memiliki cabang hampir di seluruh Jepang dan telah dikelola selama 11 generasi. Hikari Mochi memulai bisnisnya di Fushimi, Kyoto dari 15 tahun yang lalu dan menjual berbagai jenis varian makanan yang terbuat dari mochi. Produk yang dijual Hikari Mochi semuanya berkualitas dan berasal dari bahan baku yang diambil dari sawah kepunyaan pemiliknya sendiri, Nakamura Honpo. Kepopuleran Hikari Mochi semakin melejit ketika pada tahun ini pemiliknya diundang ke salah satu stasiun TV Jepang untuk mempromosikan toko mochi miliknya. Info lebih lengkap bisa didapat dengan mengunjungi lamannya di sini.

Proses Berjalannya Pesta Mochi

Ketika seluruh peserta pesta telah berkumpul, Nakamura-san yang juga menjadi pemandu acara, memberikan sambutan dan menjelaskan sejarah dan cara pembuatan mochi kepada seluruh peserta terlebih dahulu. Pada mochitsuki kali ini menggunakan hasil panen beras dari musim gugur setahun yang lalu. Lalu peserta dipersilahkan untuk mencuci tangannya terlebih dahulu, mengambil baki, dan mengisinya dengan tepung untuk proses membuat mochi.

Salah satu peserta mengambil tepung di baki (dokumentasi penulis)

Setelah itu, Nakamura-san menjelaskan cara menumbuk mochi yang baik dan benar agar mochi kenyal dan enak saat dimakan nanti. Mochi yang panas dimasukkan ke dalam usu lalu ditumbuk dengan kine, cara menumbuknya yaitu mengangkat kine tinggi-tinggi ke atas kepala, lalu menjatuhkannya ke atas mochi yang panas, sembari dibasahi dan diputar. Proses ini dilakukan secara beberapa kali hingga mochi benar-benar kenyal.

Nakamura-san menjelaskan cara menumbuk mochi (dokumentasi penulis)

Peserta diberikan kesempatan untuk menumbuk mochi secara bergantian. Seluruh peserta mencobanya dengan antusias, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, bahkan anak-anak, termasuk penulis sendiri. Kine yang cukup berat ketika diangkat hanya cukup dijatuhkan tanpa ditambah tenaga apapun saat menumbuk. Proses menumbuk ini memberikan pengalaman baru bagi seluruh peserta, termasuk penulis.

Ayah dan anak mencoba menumbuk mochi dengan bersemangat (dokumentasi penulis)

Setelah proses menumbuk selesai, mochi lalu dibagi ke masing-masing peserta dan dibentuk sesuai dengan keinginan peserta. Mochi ditaruh di atas baki masing-masing peserta lalu para peserta mencoba membuat berbagai bentuk seperti lingkaran dan berbagai macam bentuk lainnya. Setelah terbentuk, peserta dapat langsung mencicipi mochi dengan ditambah penyedap rasa seperti rumput laut, kacang merah, kecap asin, olahan lobak putih, dan coklat. Wajah para peserta terlihat senang saat memakan mochi  hasil karya sendiri.

Peserta membentuk dan menikmati mochi (dokumentasi penulis)

Total terdapat tiga kali tumbukan, dengan tumbukan mochi terakhir ditambah dengan olahan kinako (tepung kedelai panggang) yang nikmat. Para peserta terlihat puas dan dapat membawa oleh-oleh mochi yang telah dibuat. Turut juga pemusik yang hadir untuk memeriahkan suasana, membuat pesta mochi kali ini semakin meriah.

Pemusik yang memeriahkan suasana pesta mochi (dokumentasi penulis)

Di akhir acara, seluruh peserta berfoto bersama dengan pemilik Hikari Mochi. Pesan yang dibawa pada pesta mochi kali ini adalah tabette shiawase (たべって しあわせ) atau yang berarti makan dan berbahagia. Diharapkan acara seperti ini dapat lestari hingga bertahun-tahun mendatang dan dapat menjadi wadah untuk mengeratkan hubungan antar masyarakat Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA