Thursday, 1 Oct 2020

Festival Roti di Fushimiko Matsuri

Festival Roti di Fushimiko Matsuri

Oleh Dewi Dimyati

Kabar gembira buat pecinta roti di Jepang, festival roti kembali hadir di taman Fushimi-ko pada hari sabtu,10 Maret 2018. Sekurang-kurangnya lima puluh stand makanan dan  lima belas stand diantaranya adalah dari toko roti di sekitar Fushimi menjual roti hangat dengan beragam jenis. Acara ini merupakan bagian dari Festival Fushimiko (Fushimiko Matsuri) yang diadakan tiga kali setahun dengan tema yang berbeda-beda bergantung pada musimnya.

Festival roti dipilih sebagai tema pada bulan maret di musim semi, sedangkan musim panas tema international yang diangkat. Untuk musim gugur,  festival hawai merupakan tema utama dibulan October. Festival Fushimiko merupakan ajang yang penting bagi perkembangan industri rumah tangga di Fushimi untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk mereka ke masyarakat. Acara ini banyak menarik minat toko roti terkenal, toko roti setempat, café dan toko kerajingan tangan untuk berpartisipasi.

Pecinta roti akan menikmati roti tawar yang lembut, roti manis (kashipan), roti isi (souzaipan),pastry, kare pastry (Karepan), sandwich dan masih banyak lagi. Festival roti bukan hal yang baru di Kyoto. Masyarakat Kyoto mengenal pembuatan roti sejak dari jaman Meiji (Pan no Meiji Hyakunen-shi). Menurut Zenjiro Watanabe dalam artikelnya “Establishes and Spreads a New Food Culture”, roti pertama kali dikenalkan ke masyarakat Jepang oleh misionaris Portugis. Pada masa itu, roti di Jepang dibuat tanpa menggunakan ragi sehingga bentukknya tidak seperti roti pada umumnya dan memiliki rasa yang tidak sesuai dengan selera orang jepang pada umunya. Seorang pembuat roti terkenal, Kimuraya berhasil membuat roti khas Jepang pertama kali yang dikenal dengan Anpan yang memiliki rasa sesuai selera masayarakat jepang. Karakter kartun Anpanman dan teman-temannya berasal dari nama roti di Jepang. Setelah masyarakat Jepang lebih menerima makanan asing, lebih banyak variasi roti yang dibuat dan  disesuaikan dengan selera masyarakat lokal.

Festival ini tidak hanya menjual roti, tetapi juga makanan tradisional jepang seperti takoyaki, ramen, dorayaki, dan manisan khas jepang. Selain itu juga terdapat makanan internasional seperti makanan India, makanan cepat saji, serta kerajinan tangan . Festival ini juga dihibur seniman local dari Kyoto dan sekitarnya.

Pemilihan tema “Festival Roti” untuk Fushimiko Matsuri oleh masyarakat setempat disengaja untuk menarik minat wisatawan terhadap industri makanan di Fushimi dan mengenalkan festival belanja pada musim semi.  Selain itu festival ini bertujuan untuk mengenalkan budaya dan tempat bersejarah disekitar lokasi acara.

Setiap musim semi, festival roti diadakan di taman Fushimi-ko (taman pelabuhan Fushimi) yang terletak sekitar 300 m stasiun kereta Keihan Chusojima di kabupaten Kyoto. Pada zaman dahulu, taman pelabuhan Fushimi merupakan pangkalan militer dari istana Fushimi. Setelah perang dunia berakhir, taman ini berubah dari pelabuhan menjadi lapangan olahraga.  Festival dimulai dari jam  09:30 pagi hingga 04:00 sore, terbuka untuk umum dan GRATIS!. Acara ini terselenggara berkat dukungan dari pemkab Kyoto dan masyarakat sekitar.

 

Sambil menikmati roti atau jajanan yang dijual diacara, pengunjung festival juga dapat menikmati  hiburan dari musisi professional maupun amatir dari Fushimi dan wilayah sekitar Kyoto. Ada sepuluh group yang tampil pada festival roti tersebut, yaitu group tari, karate, group musik gerejawi, penyanyi seriosa, band traditional jepang yang menampilkan alat music tradisional jepang , reggae, tarian hula Hawai, dan penampilan instrument musik tiup.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA